PROGRAM
KREATIFITAS MAHASISWA
PEMBERDAYAAN PEMUDA DESA DALAM
MENINGKATKAN DAYA SAING BANGSA DI ERA KOMUNITAS MASYARAKAT ASEAN
BIDANG
KEGIATAN :
PKM-GAGASAN
TERTULIS
Diusulkan oleh:
Rizki Bastian Firdaus B.1510612 2015
Muhammad Salman B.1510987 2015
Muhammad Rizky Sugema B.1510434 2015
Indra Agustiana Saputra B.1510232 2015
Muhammad Arifin B.1510738 2015
UNIVERSITAS
DJUANDA
BOGOR
2016
1.
Judul Kegiatan :
Pemberdayaan Pemuda Desa dalam
Meningkatkan Daya
Saing Bangsa di
Era Komunitas Masyarakat ASEAN
2. Bidang Kegiatan
:
PKM-GT
3. Ketua Pelaksana
Kegiatan
a. Nama
Lengkap :
Rizki Bastian Firdaus
b. NIM :
B1510612
c. Jurusan :
Teknologi Industri Pertanian
d. Universitas/Institut/Politeknik : Universitas Djuanda
e. Alamat
Rumah dan No Tel./HP : Jl. Raya
Siliwangi km.29 Cipanggulaan
Rt007/002/08994554852
f. Alamat
email :
brizki68@gmail.com
4. Anggota
Pelaksana Kegiatan/Penulis : 4 orang
5. Dosen
Pendamping :
a. Nama
Lengkap dan Gelar : Aditia Ginantaka, STP, MSi
b. NIDN :
0427088704
c. Alamat
Rumah dan No Tel./HP : Perum
River Valley Blok A2 no.18 Palasari Cijeruk Bogor/085711952679
Bogor,
21 April 2016
Menyetujui
Wakil/Pembantu
Dekan atau Ketua Pelaksana Kegiatan
Ketua
Jurusan/Departemen/Program Studi/
Pembimbing Unit
Kegiatan Mahasiswa
(Aditia Ginantaka, STP, MSi) (Rizki Bastian Firdaus)
NIDN. 0427088704 NIM. B1510612
Wakil
Rektor Bidang Kemahasiswaan/ Dosen Pendamping
Direktur
Politeknik/
Ketua Sekolah
Tinggi,
(Dr. Dede
Kardaya, Ir, M.Si.) (Aditia Ginantaka, STP, MSi)
NIP. 196107241989031001 NIDN.0427088704
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN
JUDUL i
LEMBAR
PENGESAHAN ii
DAFTAR
ISI iii
DAFTAR
GAMBAR iv
DAFTAR
TABEL v
RINGKASAN vi
PENDAHULUAN 1
GAGASAN 2
Industri
Makanan dan Minuman 3
Industri
Kreatif 4
Bentuk
Aktivitas Pemberdayaan Pemuda Desa 6
Peningkatan Daya Saing
Pemuda 7
KESIMPULAN 9
DAFTAR
PUSTAKA 10
LAMPIRAN 11
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR TABEL
Tabel
1. PDB Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha (Miliar Rupiah) (BPS, 2015) 2
RINGKASAN
Daya saing suatu negara
diukur dari adanya kemampuan ekonomi yang mendukung tingginya tingkat
kesejahteraan secara berkelanjutan. Kearifan lokal yang dimiliki indonesia
berpotensi menjadi salah satu keunikan yang dapat mendorong keunggulan
kompetitif secara relatif dibandingkan negara lainnya. Tantangan persaingan
dikawasan regional ASEAN pun menjadi salah satu ajang pembuktian keunggulan
Indonesia. Institute for Management
Development (IMD) juga menempatkan
Indonesia berada di posisi ke tiga dibawah Singapura dan Malaysia dalam The World Competitiveness Yearbook yang
diterbitkannya pada tahun 2014 (KEMENKEU, 2014). Makalah ini bertujuan untuk
menganalisis sektor perekonomian unggulan Indonesia serta kaitannya dengan
potensi lokal yang dapat menjadi keunggulan komparatif. Disamping itu makalah
ini juga bertujuan untuk menganalisis potensi pemberdayaan anak-anak muda yang
dapat mendukung daya saing Nasional. Sejauh ini pelaksanaan program pemerintah
masih bersifat top down. Program bantuan yang bersifat top down,
sulit menyelesaikan persoalan kemiskinan, tetapi justru melahirkan persoalan
baru seperti: konflik horizontal, ketergantungan, korupsi, disintegrasi warga,
hingga melahirkan mental “peminta-minta‟ (Alam dan Sumarti
2009). Hasil studi literatur menunjukan
bahwa kekuatan sektor perekonomian indonesia berada di sektor industri terutama
industri makanan dan minuman serta industri kreatif. Faktor daya saing berupa
kualitas SDM dan kemampuan mengakses informasi serta konektivitas individu
menjadi aspek yang perlu dikuatkan. Beberapa aktivitas pemberdayaan anak muda
dalam rangka meningkatkan daya saing bangsa yaitu dengan menjadi pengajar
sebaya bagi komunitas masyarakat disekitar tempat tinggalnya serta peningkatan
kemampuan dalam menggunakan peralatan berbasis teknologi informasi.
Pengembangan kreatifitas yang terus menerus menjadi salah satu langkah
strategis dalam rangka pengembangan ekonomi kreatif yang mengandung kearifan
lokal. Proses pelaksanaan gagasan dilakukan berdasarkan tahapan dialog,
penemuan (invensi) dan pemberdayaan. Proses pendampingan dilakukan dengan
melibatkan anak-muda dalam proses pendirian program yang berbasis pada sumber
potensi yang mereka miliki. Metode yang digunakan untuk menyusun
gagasan ini dengan cara observasi, membaca berbagai referensi terkait, dan
melakukan interview dengan warga desa.
PENDAHULUAN
Daya saing suatu negara
diukur dengan adanya kemampuan ekonomi yang mendukung tingginya tingkat
kesejahteraan serta terus berkelanjutan diantara berbagai pesaing. Salah satu
ukuran keberdayaan ekonomi suatu negara dalam menciptakan suatu nilai tambah
adalah melalui pengukuran PDB (produk domestik bruto). Tahun 2014 PDB indonesia
berada pada posisi Rp 10.094.928,9 miliar (BPS, 2014). Sebagai dampak dari interaksi antar negara,
perekonomian suatu negara tidak bisa lepas dari perkembangan perekonomian
global. Sehingga kondisi indonesia sangat dipengaruhi oleh perkembangan
negara-negara tetangga anggota ASEAN. Hasil penilaian World Economic Forum (WEF), menunjukan bahwa peringkat Indonesia
dalam Global Competitiveness Index
(GCI) masih berada di posisi 5, setelah Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam
dan Thailand. Institute for Management
Development (IMD) juga menempatkan
Indonesia berada di posisi ke tiga dibawah Singapura dan Malaysia dalam The World Competitiveness Yearbook yang
diterbitkannya pada tahun 2014 (KEMENKEU, 2014).
Bergesernya orientasi
ekonomi dunia barat dari ekonomi pertanian ke era industrialisasi dan akhirnya
berorientasi pada pengembangan industri berbasis informasi merupakan hal yang
perlu menjadi perhatian. Perubahan ini diiringi dengan banyaknya penemuan dalam
bidang teknologi informasi seperti internet, email dan berbagai perangkat
digital, sehingga setiap individu di suatu negara dapat terhubung dengan mudah
dan mendorong tumbuhnya produktivitas (Depdag RI, 2008). Faktor pembentuk daya
saing menjadi salah satu acuan dalam merumuskan berbagai strategi dalam
mencapai keunggulan secara kompetitif dibandingkan dengan negara-negara lain di
kawasan ASEAN. Ditinjau dari sektor unggulan yang berkontribusi signifikan
terhadap besarnya PDB, indonesia kini mulai bertransformasi dari negara yang
ditopang oleh sektor pertanian menjadi sebuah negara yang memiliki kekuatan di
sektor industri. Fakta mengenai dibentuknya Komunitas masyarakat ASEAN
berdampak pada terjadinya pergerakan arus barang, jasa dan orang antar negara
anggota ASEAN secara bebas. Oleh karenanya, pengembangan sektor unggulan
sebagai pendukung peningkatan daya saing menjadi sangat dibutuhkan.
Pertambahan angkatan
kerja terus menerus tidak diiringi dengan kesempatan kerja yang tersedia,
sehingga berdampak pada tidak produktifnya penduduk usia kerja. Namun,
disamping itu potensi demografi berupa banyaknya penduduk usia produktif
merupakan salah satu peluang untuk semakin kuat bersaing dalam komunitas
masyarakat ASEAN. Oleh karenanya, diperlukan berbagai bentuk aktvitas bagi penduduk
usia produktif agar memiliki kompetensi yang dapat mendukung peningkatan daya
saing.
Melalui penerapan gagasan
ini diharapkan tercapai Pemanfaatan potensi lokal untuk menghadapi MEA,
terbentuknya SDM yang berkualitas dan kompeten dan berdaya saing. Disamping itu
gagasan ini juga diharapkan dapat menjadi pedoman dalam pemberdayaan pemuda desa
serta berkontribusi dalam upaya membentuk anak muda yang memiliki jiwa entrepreneur, kreatif, serta memiliki
jiwa leadership yang tinggi. Manfaat
yang diharapkan dari gagasan ini diantaranya munculnya generasi muda yang
cerdas teknologi dan pandai berkomunikasi, serta mampu mengoptimalkan potensi
lokal di pedesaan dan menyelaraskan dengan permintaan pasar.
GAGASAN
Berdasarkan data PDB Indonesia sejak tahun
2012 hingga 2014 berdasar harga berlaku, tercatat bahwa komposisi terbesar dari
PDB indonesia disumbang oleh sektor industri pengolahan dengan total nilai
mencapai Rp 2.394.004,9 miliar, disusul dengan sektor perdagangan, hotel dan
restoran yang mencapai Rp. 1.473.559,7 seperti yang tercantum pada Tabel 1. Hal
ini menunjukan bahwa sektor industri pengolahan telah menjadi sektor unggulan
bagi perekonomian indonesia.
Secara
umum pertumbuhan ekonomi indonesia cenderung terus melambat dibandingkan tahun
sebelumnya. Realisasi pertumbuhan ekonomi pada Triwulan II 2015 sekitar 4,67 %
(yoy) semakin menurun dibandingkan tahun sebelumnya pada triwulan yang sama
yaitu 5,12 % (Bank Indonesia, 2015). Hal ini terjadi tentu tidak terlepas dari
pengaruh perekonomian global yang juga melambat terutama di Asia akibat
rendahnya harga berbagai komoditas ekpor di pasar global. Namun, menurut Guy
Strapp, CEO Eastpring Investment, selama beberapa tahun terakhir, Indonesia
telah menunjukkan ketahanan ekonominya dalam menghadapi krisis ekonomi yang
terjadi di dunia. Oleh karenanya indonesia perlu terus menggali potensi yang tepat
untuk menghadapi tantangan ekonomi global dan dalam rangka menghadapi
masyarakat ekonomi ASEAN.
Tabel
1. PDB Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha (Miliar Rupiah) (BPS,
2015)
|
Lapangan usaha
|
2012
|
2013
|
2014
|
|
1. Pertanian, peternakan, kehutanan dan
perikanan
|
1.193.452,90
|
1.310.427,30
|
1.446.722,30
|
|
2. Pertambangan dan penggalian
|
972.458,40
|
1.026.297,00
|
1.058.750,20
|
|
3. Industri pengolahan
|
1.972.523,60
|
2.152.802,80
|
2.394.004,90
|
|
4. Listrik, gas, dan air bersih
|
62.271,60
|
70.339,60
|
81.131,00
|
|
5. Bangunan
|
844.090,90
|
907.267,00
|
1.014.540,80
|
|
6. Perdagangan, hotel dan restoran
|
1.148.791,00
|
1.301.175,00
|
1.473.559,70
|
|
7. Pengangkutan dan komunikasi
|
549.105,40
|
635.302,90
|
745.648,20
|
|
8. Keuangan, persewaan & jasa persh.
|
598.433,30
|
682.973,20
|
771.961,50
|
|
9. Jasa – jasa
|
889.798,80
|
1.000.691,70
|
1.108.610,30
|
|
Produk
domestik bruto
|
8.230.925,90
|
9.087.276,50
|
10.094.928,90
|
Gagasan
tertulis ini memuat analisis potensi unggulan Indonesia dalam menciptakan
berbagai macam peluang ekonomi yang dapat dengan mudah dilakukan oleh penduduk
usia produktif. Sejauh ini pelaksanaan program pemerintah masih bersifat top
down. Program bantuan yang bersifat top down, sulit menyelesaikan
persoalan kemiskinan, tetapi justru melahirkan persoalan baru seperti: konflik
horizontal, ketergantungan, korupsi, disintegrasi warga, hingga melahirkan
mental “peminta-minta‟ (Alam dan Sumarti 2009). Berbagai Program dalam gagasan ini telah diimplementasikan dengan
menerapkan prinsip pemberdayaaan diantaranya seperti dialog, penemuan (invensi)
dan pembangan program di masyarakat.
Potensi Industri Makanan
dan Minuman
Berdasarkan definisinya
industri pengolahan atau manufaktur adalah suatu kegiatan ekonomi yang mengolah
suatu barang dasar menjadi barang jadi/setengah jadi secara mekanis, kimia,
atau dengan tangan (BPS 2015). Sektor industri pengolahan sendiri terbagi atas
15 lapangan usaha dan diantara berbagai lapangan usaha kontribusi terbesar
diberikan oleh cabang industri makanan dan minuman dengan persentase sebesar
29,76 % pada tahun 2014. Meski menghadapi berbagai hambatan, seperti regulasi,
birokrasi, infrastruktur, korupsi, dan kenaikan harga bahan baku industri
makanan dan dapat tumbuh mencapai 9,64% pada tahun 2014 (Kemenperind, 2014).
Pemberdayaan pemuda dalam bidang ini menjadi langkah yang sangat strategis
untuk dilakukan. Mengacu pada Konsep bahwa pemberdayaan pemuda desa tidak menjadikan mereka sebagai objek tetapi
sebagai subjek dengan berlandaskan kepada konsep perberdayaan yang sudah
disepakati oleh semua pihak (Ahmad Alam dan Titik Sumarti 2009).
Bentuk
Aktivitas Pemberdayaan Pemuda Desa dalam Bidang Industri Makanan dan Minuman
1. Pendampingan
UMKM Desa
Pendampingan UMKM dapat menjadi langkah
strategis yang penting untuk dilakukan, karena UMKM dapat menyerap tenaga kerja
yang lebih banyak. Melihat sumbangannya pada perekonomian yang semakin penting.
UMKM seharusnya mendapat perhatian yang semakin besar dari para masyarakat
miskin, diharapkan dengan meningkatnya potensi bisnis yang ada dapat memberikan
dampak langsung terhadap pengurangan kemiskinan (Jarmal dan Murdianto 2009).
Salah satu UMKM yang dapat diberdayakan adalah UMKM bidang makanan ringan
seperti usaha keripik singkong pak Jayadi. Awalnya usaha ini hanya dibantu oleh
anak-anak, menantu beserta cucunya yang jumlahnya sangat banyak dan
berpendidikan rendah. Namun, karena permintaan trus bertambah, ia kemudiaan
mengajak para tetangga disekitarnya, sehingga terdapat 20 keluarga yang
terlibat dalam usaha keripik singkongnya. Aktivitas produksi UKM keripik ini
ditunjukan pada Gambar 1.
Jika
di bandingkan dengan keripik-keripik hasil packaging
anak muda kreatif dengan isi keripik kurang dari 250 gram yang harganya diatas
Rp. 20.000, tentu sangat jauh berbeda. Keripik pak Jayadi dengan berat 250 gram
hanya diberi harga Rp 5000. Menurut Sa’diyah (2015) bentuk peran pemuda
tersebut berupa peran produksi, peran promosi dan pemasaran. Oleh karena itu
Himpunan Mahasiswa Teknologi Industri Pertanian (HIMATIP) Universitas Djuanda
mengajak anak-anak muda untuk mendampingi pak Jayadi agar dapat menjual keripik
dalam berbagai segmen pasar. Salah satunya dengan membuat packaging yang menarik dan memberikan merek. Selain itu,
pendampingan dalam bentuk edukasi mengenai standar kebersihan, standar keamanan
pangan, ijin usaha, label Halal menjadi fokus kegiatan pemberdayaan, sehingga
akan memudahkan produk. Selain sebagai upaya pendampingan, kegiatan yang
dilakukan oleh HIMATIP berupaya mengimplementasikan konsep yang disampaikan
oleh Sulistiyani (2007) yaitu dengan melakukan
langkah inisiatif untuk mengubah kondisi sosial dengan memberikan kesempatan
kepada masyarakat untuk merencanakan dan melaksanakan program pembangunan atas
inisiatif lokal.
Potensi
Industri Kreatif
Sektor unggulan indonesia
yang meliputi industri pengolahan serta perdagangan, hotel dan restoran
memiliki keterkaitan yang snagat erat dengan perkembangan industri kreatif.
Ekonomi kreatif sebenarnya merupakan wujud dari upaya pembangunan berkelanjutan
yang merupakan salah satu indikator pembangunan yang berdaya saing. industri
kreatif dibangun dengan modal utama berupa tenaga kerja yang kreatif dan tahan
banting, penggabungan antara
kreatifitas, keahlian, dan bakat individu (Koestantia, 2014).
Ekonomi kreatif Indonesia
saat ini digerakkan oleh 15 kelompok industri kreatif yang telah menyumbang
sebesar 7% terhadap perekonomian nasional. Selama 4 tahun terakhir, ekonomi
kreatif rata-rata tumbuh sebesar 5% per tahun. Hal ini menjadikan ekonomi
kreatif sebagai unsur keunggulan daya saing Indonesia. Ekonomi kreatif dapat
menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan karena ide dan
kreativitas adalah sumber daya yang senantiasa dapat diperbaharui. Kemenparekraf (2015) mengelompokan industri
kreatif kedalam 15 kelompok yang meliputi kesenian, berbagai kerajinan serta
multimedia dan teknologi informasi. Diantara kelompok industri tersebut
kelompok yang paling berkontribusi terhadap perekonomian adalah industri
kuliner diikuti dengan mode dan kerajinan seperti yang ditunjukan pada Gambar 1.
Salah satu titik fokus pengembangan ekonomi kreatif yang dapat dilakukan adalah
melalui lapangan usaha kreatif dan budaya (creative
and cultural industry) (Depdag RI, 2008).
Gambar 2. Pertumbuhan, Nilai Tambah Bruto,
dan Kontribusi Subsektor Ekonomi Kreatif (2013)
Menurut Rufaidah dan
Sutisna (2011) industri kreatif menjadi salah satu fokus program bidang
perindustrian Pemerintah. Perkembangan kinerja industri kreatif dalam
menghasilkan produk ini tidak terlepas dari
SDM yang terlibat pada industri ini SDM yang bergerak pada industri ini
dituntut memiliki kompetensi yang perlu dikembangkan setiap saat sesuai
perkembangan selera pasar. Kemampuan perusahaan untuk memperbaharui kompetensinya
sehingga perusahaan mampu mencapai keunggulan bersaing sepanjang waktu dan
bertahan dalam perubahan lingkungan bisnis merupakan konsep kapabilitas
dinamis. Pengembangan dengan melibatkan unsur budaya sangat berpengaruh
terhadap subsektor kuliner, mode dan kerajinan karena potensi budaya lokal
Indonesia yang sangat kaya, sehingga ketiga sektor tersebut mampu berkontribusi
pada pertumbuhan PDB. Penguatan aspek budaya dalam industri kreatif indonesia
didukung pula dengan pengukuhan batik sebagai warisan budaya dunia dari UNESCO
pada tanggal 2 Oktober 2009. Sementara keunggulan subsektor kerajinan, juga
didukung dengan diperolehnya penghargaan dari UNESCO berupa Award of Excellence for Handicrafts
untuk delapan belas hasil kerajinan Indonesia pada tahun 2012 (Kemenparekraf,
2015).
Bentuk
Aktivitas Pemberdayaan Pemuda Desa dalam Bidang Industri Kreatif
1.
Pendampingan Ibu-ibu Desa dalam Pembuatan
Kerajinan Tangan
Pendampingan ini
dilakukan kepada kelompok ibu-ibu kampung yang sebagian besar tak memiliki
sumber penghasilan. Beberapa diantara ibu-ibu tersebut bekerja sebagai buruh
cuci/buruh kebun dengan upah yang sangat rendah. Sebagian besar berpendidikan rendah
bahkan umumnya buta aksara. Untuk membantu perekonomian keluarganya, Himpunan
Mahasiswa Teknologi Industri Pertanian (HIMATIP) Universitas Djuanda memfasilitasi
pendampingan dalam memberikan keterampilan membuat bros dari kain perca, bahan
akrilik maupun bahan lainnya dengan harga yang murah tetapi dapat dikreasikan
menkadi produk yang memiliki harga jual yang tinggi (Gambar 2).
Proses pemberdayaan dilakukan
secara berkelompok, karena menurut Mutmainah dan Sumardjo (2014) Pemberdayaan petani lebih efektif
dilakukan melalui kelompok. melibatkan partisipasi dan kepemimpinan
dari kelompok yang diberdayakan.
2. Pemberdayaan
pemuda pengrajin jok motor
Kelompok pemberdayaan perlu dibentuk
atas dasar kesamaan kepentingan; kesamaan kondisi lingkungan sosial, ekonomi,
dan sumberdaya; kesamaan komoditas; dan keakraban untuk meningkatkan dan
mengembangkan usaha (Mutmainah dan Sumardjo 2014). Salah
satu contoh pemberdayaan dalam mendukung industri kreatif dilakukan pada
kelompok pemuda yang berada di desa Soreang kabupaten Bandung. Awalnya mereka
adalah para pemuda pengangguran dan berpendidikan rendah. Umumnya sebagian
besar dari mereka memiliki ketertarikan pada usaha jahit menjahit karena
sebagian dari mereka pernah bekerja disebuah perusahaan konveksi. Pemberdayaan
dilakukan sesuai dengan kelompok minatnya, diantaranya yaitu kerajinan jok
motor dan sablon (Gambar 3) yang merupakan salah satu jenis industri kreatif. HIMATIP
Universitas Djuanda berencana mendatangkan seorang trainer untuk melatih
pembuatan jok Sepeda motor. Selain memproduksi jok motor, kelompok anak-anak
muda tersebut juga dibentuk dan diarahkan untuk mengajar kelompok ibu-ibu
menjahit dengan gratis, sehingga pemberdayaan dapat lebih meluas.
Peningkatan Daya Saing
Pemuda
Peningkatan kualitas SDM dapat dicapai
dengan meningkatkan pendidikan dan keterampilan penduduk, meningkatkan derajat kesehatan
penduduk, meningkatkan kualitas pendidikan serta kompetensi teknologi dan
keterampilan (Kemenkeu). Sementara kemampuan dalam melakukan komunikasi dan
mengakses informasi dapat dicapai dengan penguasaan peralatan komunikasi dan
informasi untuk mempermudah arus informasi. Beberapa contoh pemberdayaan pemuda
yang mengarah pada peningkatan kualitas SDM dan penguasaan sarana berbasis
teknologi informasi diantaranya adalah :
1.
Pemberdayaan pemuda sebagai relawan
pengajar
Salah
satu program pemberdayaan pemuda desa adalah mencetaknya menjadi relawan pengajar.
Relawan pengajar ini adalah para pemuda di kampung tertentu yang akan kami
latih dan dampingi mengajar anak-anak disekitar tempat tinggal mereka. Himpunan
Mahasiswa Teknologi Industri Pertanian (HIMATIP) Universitas Djuanda memberikan
berbagai pelatihan mengajar dengan konsep Fun
Learning by Doing, untuk mempersiapkan para pemuda desa menjadi relawan
lokal. Relawan SMP kami berdayakan untuk mendampingi dan mengajar anak-anak Pre-School dalam mengenal angka, huruf
dan membacakan cerita. Relawan SMA diarahkan untuk mengajar anak-anak usia
sekolah dasar, sementara relawan mahasiswa mendampingi anak-anak usia SMP. Dengan
konsep “tutor sebaya”, kegiatan belajar mengajar dapat terlaksana dengan baik
dan telah di terapkan di kampung-kampung lainnya. Saat ini sudah ada lebih dari
800 anak yang tergabung dalam program gerakan anak petani cerdas, yang tersebar
di 7 kampung. Kegiatan ini mampu melatih komunikasi, attitude, dan sikap, manajemen kelompok, serta daya berpikir kritis
sehingga menciptakan SDM dengan leadership
yang tinggi.
2. Pembekalan
Keterampilan Komputer
Salah
satu kegiatan yang memiliki antusiasme paling tinggi selama memberdayakan
anak-anak muda adalah kegiatan pendampingan keterampilan menggunakan perangkat
berbasis teknologi informasi. Anak-anak usia SD diajarkan pengetahuan dasar
dalam menggunakan aplikasi microsoft
word untuk berbagai kepentingan. Sementara anak-anak muda usia SMP diberikan
pendampingan seminggu 2 kali. Mereka diajarkan Ms. Office untuk berbagai
kepentingan
Pihak
yang dipertimbangkan dapat membantu mengimplementasikan kegiatan ini yaitu
pemerintah desa baik bantuan berupa finansial maupun penyedian lahan dengan
adanya bantuan ini diharapkan adanya timbal balik antara UKM ataupun industri
kreatif dengan pemerintahan desa karna dengan adanya UKM ataupun industri
kreatif tentu saja akan memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat di
wilayah pemerintahan desa tersebut. Dan dengan adanya bantuan dari pemerintah
desa tentu saja akan sangat berkontribusi bagi para UKM. Langkah startegis yang
harus dilkukan sehingga tujan diharapkan
dapat terapai yaitu dengan membuat website khusus pemerintah desa, publikasi di
sosial media, dan pameran antar desa dengan adanya langkah ini diharapkan
mempermudah masyarakat agar kegiatan dapat berjalan sesuai yang diharapkan.
KESIMPULAN
Partisipasi seluruh warga
masyarakat menjadi faktor kritis yang dapat mendorong eksistensi sebuah aktivitas
pemberdayaan. Sinergi dan empati antara kelompok masyarakat daalam berbagai
strata sosial menjadi salah satu modal sosial yang diperlukan untuk semakin
mengurangi kesenjangan ekonomi. Berdasarkan hasil analisis terhadap sektor
unggulan diperoleh hasil bahwa daya saing indonesia dapat diarahkan pada
pengembangan industri makanan dan minuman. Usaha berbasis UMKM juga dapat
berpartisipasi dengan basis pada komoditas hasil pertanian disekitar tempat
tinggal. Oleh karenannya model pemberdayaan pemuda dapat diarahkan pada
pembekalan keterampilan dalam mengolah hasil budidaya pertanian.
Kekuatan budaya indonesia
menjadi hal yang sangat penting bagi keunggulan industri kreatif indonesia. Pemberdayaan
pemuda juga dapat dilakukan melalui penyediaan wadah pengembangan kreativitas,
karena ide kreatif merupakan sumber daya yang tidak terbatas dan dapat
diperbaharui. Kemampuan daya saing indonesia semakin diperkuat dengan struktur
demografi indonesia yang didominasi anak-anak muda yang kaya akan kreatifitas.
Disamping itu, kemampuan
mengakses informasi dan komunikasi juga merupakan hal strategis yang dapat
diimplementasikan melalui pendampingan anak-anak muda dalam menggunakan peralatan
berbasis teknologi informasi. Penguatan kompetensi berbasis teknologi akan
mendorong kemampuan bersaing anak-anak muda indonesia dengan negara lain. Menurut
prediksi kami, dengan berpedoman pada gagasan ini, pada tahun 2030 saat anak
muda menjadi generasi produktif, akan tercipta anak-anak muda yang berjiwa
entrepreneur, kreatif serta memiliki jiwa leadership yang tinggi.
DAFTAR
PUSTAKA
Alam A, Sumarti T. 2009. Analisis Program
Pemberdayaan Ekonomi Rumah Tangga Miskin. Jurnal Penyuluhan 5 (2) :xx-xx.
Bank Indonesia. 2015.
Kajian Ekonomi dan keuangan Regional Laporan Nusantara Agustus 2015.
Jakarta : Bank Indonesia.
Badan Pusat Statistik. 2015. Statistik Indonesia 2014.
Jakarta : BPS
Jarmal AB,Murdianto,2009.Program
Pemberdayaan Small And Medium Enterprise (SMEP) Oleh Swisscontact. Jurnal Penyuluhan 5 (2) :xx-xx
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI. 2014.
Ekonomi Kreatif : Kekuatan Baru Indonesia Menuju 2025. Jakarta: Kemenparekraf
RI
Kementerian Keuangan RI. Kajian Atas Kebijakan
Penguatan Daya Saing Daerah dalam Rangka Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat.
Jakarta: Kemenkeu RI
Koestantia, T.2014.
Pola Sebaran Industri Kreatif dan Sistem Keruangan Destinasi Pariwisata
Kasus Sentra Industri Kreatif dan Kawasan Wisata di Kota Bandung
[Disertasi].Yogyakarta : Teknik Arsitektur, UGM.
Mutmainah r, sumadjo. Peran Kepemimpinan Kelompok Tani
dan Efektivitas Pemberdayaan Petani. Jurnal Sosiologi Pedesaan 2 (3): 182-199.
Rufaidah P,Sutisna. 2015. Kapabilitas Dinamis UMKM Industri Kreatif Jawa Barat.
Sosiohumaniora 17
(1): xx-xx.
Sa’diyah l,2015. kontribusi Joglo Tani di Mandungan Margoluwih
Seyegan Sleman Yogyakarta dalam Peningkatan Peran Pemuda pada Pembangunan
Sektor Pertanian Guna Mewujudkan Ketahanan Pangan. Jurnal Ketahanan
Nasional 21 (3):156-163
Sulistiyani
A T. 2007. Konseptualisasi Model Pemberdayaan LSM Sebagai Fasilitator
Pembangunan. Jurnal Kebijakan dan Admininstrasi 11 (2):139-157
LAMPIRAN
BIODATA KETUA, ANGGOTA
A.
Identitas
Diri (Pengusul)
1. Biodata
Ketua Pelaksana
|
1
|
Nama Lengkap
|
Rizki Bastian Firdaus
|
|
2
|
Jenis Kelamin
|
L
|
|
3
|
Program Studi
|
Teknologi Industri
Pertanian
|
|
4
|
NIM
|
B.1510612
|
|
5
|
Tempat dan Tanggal
Lahir
|
Sukabumi, 08 September
1997
|
|
6
|
E-mail
|
|
|
7
|
Nomor Telepon/HP
|
08994554852
|
2. Biodata
Anggota 1
|
1
|
Nama Lengkap
|
Muhammad Salman
|
|
2
|
Jenis Kelamin
|
L
|
|
3
|
Program Studi
|
Teknologi Industri
Pertanian
|
|
4
|
NIM
|
B.1510987
|
|
5
|
Tempat dan Tanggal Lahir
|
Bogor, 23 Desember 1997
|
|
6
|
E-mail
|
|
|
7
|
Nomor Telepon/HP
|
085810682427
|
3. Biodata
Anggota 2
|
1
|
Nama Lengkap
|
Muhammad Rizky Sugema
|
|
2
|
Jenis Kelamin
|
L
|
|
3
|
Program Studi
|
Teknologi Industri Pertanian
|
|
4
|
NIM
|
B.1510434
|
|
5
|
Tempat dan Tanggal
Lahir
|
Bogor, 06 Juli 1997
|
|
6
|
E-mail
|
|
|
7
|
Nomor Telepon/HP
|
08976974355
|
4. Biodata
Anggota 3
|
1
|
Nama Lengkap
|
Indra Agustiana Saputra
|
|
2
|
Jenis Kelamin
|
L
|
|
3
|
Program Studi
|
Teknologi Industri
Pertanian
|
|
4
|
NIM
|
B.1510232
|
|
5
|
Tempat dan Tanggal
Lahir
|
Sukabumi, 17 Agustus
1997
|
|
6
|
E-mail
|
|
|
7
|
Nomor Telepon/HP
|
089696793763
|
5. Biodata
Anggota 5
|
1
|
Nama Lengkap
|
Muhammad Arifin
|
|
2
|
Jenis Kelamin
|
L
|
|
3
|
Program Studi
|
Teknologi Industri
Pertanian
|
|
4
|
NIM
|
B.1510738
|
|
5
|
Tempat dan Tanggal
Lahir
|
Mompang Julu, 24 Maret
1996
|
|
6
|
E-mail
|
|
|
7
|
Nomor Telepon/HP
|
089509026594
|
B.
Riwayat
Pendidikan (Pengusul)
1. Riwayat
Pendidikan Ketua Pelaksana
|
|
SD
|
SMP
|
SMA
|
|
Nama
Institusi
|
MI
KOMPA
|
SMPN
1 CICURUG
|
SMAN1
PARUNGKUDA
|
|
Jurusan
|
-
|
-
|
IPA
|
|
Tahun
Masuk-Lulus
|
2003-2009
|
2009-2012
|
2012-2015
|
2. Riwayat
Pendidikan Anggota 1
|
|
SD
|
SMP
|
SMA
|
|
Nama
Institusi
|
SDN
1 Ciawi
|
SMPN
1 Ciawi
|
MAN
2 Bogor
|
|
Jurusan
|
-
|
-
|
IPA
|
|
Tahun
Masuk-Lulus
|
2003-2009
|
2009-2012
|
2012-2015
|
3. Riwayat
Pendidikan Anggota 2
|
|
SD
|
SMP
|
SMA
|
|
Nama
Institusi
|
SDN
Kedung Waringin
|
SMPN
16 Bogor
|
SMA
PGRI 3 Bogor
|
|
Jurusan
|
-
|
-
|
IPA
|
|
Tahun
Masuk-Lulus
|
2003-2009
|
2009-2012
|
2012-2015
|
4. Riwayat
Pendidikan Anggota 3
|
|
SD
|
SMP
|
SMA
|
|
Nama
Institusi
|
SDN
cicewol
|
SMPN
1 Cicurug
|
SMKN
1 Cibadak
|
|
Jurusan
|
-
|
-
|
TPHP
|
|
Tahun
Masuk-Lulus
|
2003-2009
|
2009-2012
|
2012-2015
|
5. Riwayat
Pendidikan Anggota 4
|
|
SD
|
SMP
|
SMA
|
|
Nama
Institusi
|
SDN
142602
|
SMPN
3 Panyabungan
|
SMAN
1 Panyabungan utara
|
|
Jurusan
|
-
|
-
|
IPA
|
|
Tahun
Masuk-Lulus
|
2003-2009
|
2009-2012
|
2012-2015
|
BIODATA
DOSEN PEMBIMBING
A.
Identitas Diri
|
1
|
Nama Lengkap (dengan gelar)
|
Aditia Ginantaka, STP, Msi
|
|
2
|
Jenis Kelamin
|
L
|
|
3
|
Bidang Keahlian
|
_
|
|
4
|
NIDN
|
0427088704
|
|
5
|
Tempat dan Tanggal
lahir
|
Tabanan, 27 Agustus 1987
|
|
6
|
E-mail
|
|
|
7
|
Nomor Telepon/HP
|
0251-7571147/085711952679
|
B.
Riwayat Pendidikan
|
|
S-1
|
S-2
|
S-3
|
|
Nama Institusi
|
Institut Pertanian Bogor
|
Institut
Pertanin Bogor
|
_
|
|
Bidang Ilmu
|
Teknologi Industri Pertanian
|
Teknologi Industri Pertanian
|
_
|
|
Tahun
Masuk-Lulus
|
2005-2010
|
2013-2015
|
_
|
|
Judul Skripsi/Tesis/
Disertasi
|
Studi Daya Rekat Depolimerisasi Lateks Pekat pada
Substrat Kulit Hewan
|
Analysis and Design of Frozen Vanname Shrimp
Product Based on Digital Business Ecosystem
|
_
|
|
Nama Pembimbing/
Promotor
|
Dr. Ika Amalia Kartika, MT
Adi Cifriadi, MSi
|
Dr.
Eng. Taufik Djatna, STP, MSi
Dr. Irvan Faizal, M.Eng
|
_
|
C.
Penghargaan
dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau institusi lainnya)
|
D. No.
|
Jenis
Penghargaan
|
Institusi
Pemberi Penghargaan
|
Tahun
|
|
1
|
Best
Session Presenter pada International Conference on Advance Computer Science
and Information Technology 2014
|
Fakultas
Ilmu Komputer Universitas Indonesia
|
2014
|
|
2
|
Partisipan
Indonesia Sociopreneur Challenge (ISoC 2015) dalam Aplikasi Software
BersihBersih untuk kategori Ide
|
Universitas
Surya
|
2015
|