Senin, 14 November 2016



PROGRAM KREATIFITAS MAHASISWA

PEMBERDAYAAN PEMUDA DESA DALAM MENINGKATKAN DAYA SAING BANGSA DI ERA KOMUNITAS MASYARAKAT ASEAN

BIDANG KEGIATAN :
PKM-GAGASAN TERTULIS


Diusulkan oleh:

Rizki Bastian Firdaus                          B.1510612      2015
Muhammad Salman                            B.1510987      2015
Muhammad Rizky Sugema                 B.1510434      2015
Indra Agustiana Saputra                     B.1510232      2015
Muhammad Arifin                              B.1510738      2015








UNIVERSITAS DJUANDA
BOGOR
2016
PENGESAHAN PKM GAGASAN TERTULIS

1. Judul Kegiatan                                            : Pemberdayaan Pemuda Desa dalam
                                                                          Meningkatkan  Daya Saing Bangsa di
                                                                          Era Komunitas Masyarakat ASEAN 
2. Bidang Kegiatan                                         : PKM-GT
3. Ketua Pelaksana Kegiatan
a.       Nama Lengkap                                    : Rizki Bastian Firdaus
b.      NIM                                                    : B1510612
c.       Jurusan                                                : Teknologi Industri Pertanian
d.      Universitas/Institut/Politeknik            : Universitas Djuanda
e.       Alamat Rumah dan No Tel./HP          : Jl. Raya Siliwangi km.29 Cipanggulaan
  Rt007/002/08994554852
f.       Alamat email                                       : brizki68@gmail.com
4. Anggota Pelaksana Kegiatan/Penulis         : 4 orang
5. Dosen Pendamping                                     :
a.       Nama Lengkap dan Gelar                   : Aditia Ginantaka, STP, MSi
b.      NIDN                                                  : 0427088704
c.       Alamat Rumah dan No Tel./HP          : Perum River Valley Blok A2 no.18                                                                Palasari Cijeruk Bogor/085711952679
Bogor, 21 April 2016
Menyetujui
Wakil/Pembantu Dekan atau                                          Ketua Pelaksana Kegiatan
Ketua Jurusan/Departemen/Program Studi/
Pembimbing Unit Kegiatan Mahasiswa



(Aditia Ginantaka, STP, MSi)                                        (Rizki Bastian Firdaus)
 NIDN. 0427088704                                                        NIM. B1510612

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan/                           Dosen Pendamping
Direktur Politeknik/
Ketua Sekolah Tinggi,



(Dr. Dede Kardaya, Ir, M.Si.)                                         (Aditia Ginantaka, STP, MSi)
 NIP. 196107241989031001                                            NIDN.0427088704
DAFTAR ISI

Halaman
HALAMAN JUDUL                                                                                                 i
LEMBAR PENGESAHAN                                                                                       ii
DAFTAR ISI                                                                                                              iii
DAFTAR GAMBAR                                                                                                 iv
DAFTAR TABEL                                                                                                      v
RINGKASAN                                                                                                                        vi
PENDAHULUAN                                                                                                     1
GAGASAN                                                                                                                2
Industri Makanan dan Minuman                                                                          3
Industri Kreatif                                                                                                     4
Bentuk Aktivitas Pemberdayaan Pemuda Desa                                                   6
Peningkatan Daya Saing Pemuda                                                                         7
KESIMPULAN                                                                                                          9
DAFTAR PUSTAKA                                                                                                            10
LAMPIRAN                                                                                                               11




















DAFTAR GAMBAR
































DAFTAR TABEL
Tabel 1. PDB Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha (Miliar Rupiah)             (BPS, 2015)                                                                                                  2
































RINGKASAN
Daya saing suatu negara diukur dari adanya kemampuan ekonomi yang mendukung tingginya tingkat kesejahteraan secara berkelanjutan. Kearifan lokal yang dimiliki indonesia berpotensi menjadi salah satu keunikan yang dapat mendorong keunggulan kompetitif secara relatif dibandingkan negara lainnya. Tantangan persaingan dikawasan regional ASEAN pun menjadi salah satu ajang pembuktian keunggulan Indonesia. Institute for Management Development (IMD)  juga menempatkan Indonesia berada di posisi ke tiga dibawah Singapura dan Malaysia dalam The World Competitiveness Yearbook yang diterbitkannya pada tahun 2014 (KEMENKEU, 2014). Makalah ini bertujuan untuk menganalisis sektor perekonomian unggulan Indonesia serta kaitannya dengan potensi lokal yang dapat menjadi keunggulan komparatif. Disamping itu makalah ini juga bertujuan untuk menganalisis potensi pemberdayaan anak-anak muda yang dapat mendukung daya saing Nasional. Sejauh ini pelaksanaan program pemerintah masih bersifat top down. Program bantuan yang bersifat top down, sulit menyelesaikan persoalan kemiskinan, tetapi justru melahirkan persoalan baru seperti: konflik horizontal, ketergantungan, korupsi, disintegrasi warga, hingga melahirkan mental “peminta-minta‟ (Alam dan Sumarti 2009). Hasil studi literatur menunjukan bahwa kekuatan sektor perekonomian indonesia berada di sektor industri terutama industri makanan dan minuman serta industri kreatif. Faktor daya saing berupa kualitas SDM dan kemampuan mengakses informasi serta konektivitas individu menjadi aspek yang perlu dikuatkan. Beberapa aktivitas pemberdayaan anak muda dalam rangka meningkatkan daya saing bangsa yaitu dengan menjadi pengajar sebaya bagi komunitas masyarakat disekitar tempat tinggalnya serta peningkatan kemampuan dalam menggunakan peralatan berbasis teknologi informasi. Pengembangan kreatifitas yang terus menerus menjadi salah satu langkah strategis dalam rangka pengembangan ekonomi kreatif yang mengandung kearifan lokal. Proses pelaksanaan gagasan dilakukan berdasarkan tahapan dialog, penemuan (invensi) dan pemberdayaan. Proses pendampingan dilakukan dengan melibatkan anak-muda dalam proses pendirian program yang berbasis pada sumber potensi yang mereka miliki. Metode yang digunakan untuk menyusun gagasan ini dengan cara observasi, membaca berbagai referensi terkait, dan melakukan interview dengan warga desa.





PENDAHULUAN
Daya saing suatu negara diukur dengan adanya kemampuan ekonomi yang mendukung tingginya tingkat kesejahteraan serta terus berkelanjutan diantara berbagai pesaing. Salah satu ukuran keberdayaan ekonomi suatu negara dalam menciptakan suatu nilai tambah adalah melalui pengukuran PDB (produk domestik bruto). Tahun 2014 PDB indonesia berada pada posisi Rp 10.094.928,9 miliar (BPS, 2014).  Sebagai dampak dari interaksi antar negara, perekonomian suatu negara tidak bisa lepas dari perkembangan perekonomian global. Sehingga kondisi indonesia sangat dipengaruhi oleh perkembangan negara-negara tetangga anggota ASEAN. Hasil penilaian World Economic Forum (WEF), menunjukan bahwa peringkat Indonesia dalam Global Competitiveness Index (GCI) masih berada di posisi 5, setelah Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam dan Thailand. Institute for Management Development (IMD)  juga menempatkan Indonesia berada di posisi ke tiga dibawah Singapura dan Malaysia dalam The World Competitiveness Yearbook yang diterbitkannya pada tahun 2014 (KEMENKEU, 2014).
Bergesernya orientasi ekonomi dunia barat dari ekonomi pertanian ke era industrialisasi dan akhirnya berorientasi pada pengembangan industri berbasis informasi merupakan hal yang perlu menjadi perhatian. Perubahan ini diiringi dengan banyaknya penemuan dalam bidang teknologi informasi seperti internet, email dan berbagai perangkat digital, sehingga setiap individu di suatu negara dapat terhubung dengan mudah dan mendorong tumbuhnya produktivitas (Depdag RI, 2008). Faktor pembentuk daya saing menjadi salah satu acuan dalam merumuskan berbagai strategi dalam mencapai keunggulan secara kompetitif dibandingkan dengan negara-negara lain di kawasan ASEAN. Ditinjau dari sektor unggulan yang berkontribusi signifikan terhadap besarnya PDB, indonesia kini mulai bertransformasi dari negara yang ditopang oleh sektor pertanian menjadi sebuah negara yang memiliki kekuatan di sektor industri. Fakta mengenai dibentuknya Komunitas masyarakat ASEAN berdampak pada terjadinya pergerakan arus barang, jasa dan orang antar negara anggota ASEAN secara bebas. Oleh karenanya, pengembangan sektor unggulan sebagai pendukung peningkatan daya saing menjadi sangat dibutuhkan.
Pertambahan angkatan kerja terus menerus tidak diiringi dengan kesempatan kerja yang tersedia, sehingga berdampak pada tidak produktifnya penduduk usia kerja. Namun, disamping itu potensi demografi berupa banyaknya penduduk usia produktif merupakan salah satu peluang untuk semakin kuat bersaing dalam komunitas masyarakat ASEAN. Oleh karenanya, diperlukan berbagai bentuk aktvitas bagi penduduk usia produktif agar memiliki kompetensi yang dapat mendukung peningkatan daya saing.
Melalui penerapan gagasan ini diharapkan tercapai Pemanfaatan potensi lokal untuk menghadapi MEA, terbentuknya SDM yang berkualitas dan kompeten dan berdaya saing. Disamping itu gagasan ini juga diharapkan dapat menjadi pedoman dalam pemberdayaan pemuda desa serta berkontribusi dalam upaya membentuk anak muda yang memiliki jiwa entrepreneur, kreatif, serta memiliki jiwa leadership yang tinggi. Manfaat yang diharapkan dari gagasan ini diantaranya munculnya generasi muda yang cerdas teknologi dan pandai berkomunikasi, serta mampu mengoptimalkan potensi lokal di pedesaan dan menyelaraskan dengan permintaan pasar.

GAGASAN
Berdasarkan data PDB Indonesia sejak tahun 2012 hingga 2014 berdasar harga berlaku, tercatat bahwa komposisi terbesar dari PDB indonesia disumbang oleh sektor industri pengolahan dengan total nilai mencapai Rp 2.394.004,9 miliar, disusul dengan sektor perdagangan, hotel dan restoran yang mencapai Rp. 1.473.559,7 seperti yang tercantum pada Tabel 1. Hal ini menunjukan bahwa sektor industri pengolahan telah menjadi sektor unggulan bagi perekonomian indonesia.
Secara umum pertumbuhan ekonomi indonesia cenderung terus melambat dibandingkan tahun sebelumnya. Realisasi pertumbuhan ekonomi pada Triwulan II 2015 sekitar 4,67 % (yoy) semakin menurun dibandingkan tahun sebelumnya pada triwulan yang sama yaitu 5,12 % (Bank Indonesia, 2015). Hal ini terjadi tentu tidak terlepas dari pengaruh perekonomian global yang juga melambat terutama di Asia akibat rendahnya harga berbagai komoditas ekpor di pasar global. Namun, menurut Guy Strapp, CEO Eastpring Investment, selama beberapa tahun terakhir, Indonesia telah menunjukkan ketahanan ekonominya dalam menghadapi krisis ekonomi yang terjadi di dunia. Oleh karenanya indonesia perlu terus menggali potensi yang tepat untuk menghadapi tantangan ekonomi global dan dalam rangka menghadapi masyarakat ekonomi ASEAN.
Tabel 1. PDB Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha (Miliar Rupiah) (BPS, 2015)
Lapangan usaha
2012
2013
2014
 1. Pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan
1.193.452,90
1.310.427,30
1.446.722,30
 2. Pertambangan dan penggalian
972.458,40
1.026.297,00
1.058.750,20
 3. Industri pengolahan
1.972.523,60
2.152.802,80
2.394.004,90
 4. Listrik, gas, dan air bersih
62.271,60
70.339,60
81.131,00
 5. Bangunan
844.090,90
907.267,00
1.014.540,80
 6. Perdagangan, hotel dan restoran
1.148.791,00
1.301.175,00
1.473.559,70
 7. Pengangkutan dan komunikasi
549.105,40
635.302,90
745.648,20
 8. Keuangan, persewaan & jasa persh.
598.433,30
682.973,20
771.961,50
 9. Jasa – jasa
889.798,80
1.000.691,70
1.108.610,30
 Produk domestik bruto
8.230.925,90
9.087.276,50
10.094.928,90
           
Gagasan tertulis ini memuat analisis potensi unggulan Indonesia dalam menciptakan berbagai macam peluang ekonomi yang dapat dengan mudah dilakukan oleh penduduk usia produktif. Sejauh ini pelaksanaan program pemerintah masih bersifat top down. Program bantuan yang bersifat top down, sulit menyelesaikan persoalan kemiskinan, tetapi justru melahirkan persoalan baru seperti: konflik horizontal, ketergantungan, korupsi, disintegrasi warga, hingga melahirkan mental “peminta-minta‟ (Alam dan Sumarti 2009). Berbagai Program dalam gagasan ini telah diimplementasikan dengan menerapkan prinsip pemberdayaaan diantaranya seperti dialog, penemuan (invensi) dan pembangan program di masyarakat.
Potensi Industri Makanan dan Minuman
Berdasarkan definisinya industri pengolahan atau manufaktur adalah suatu kegiatan ekonomi yang mengolah suatu barang dasar menjadi barang jadi/setengah jadi secara mekanis, kimia, atau dengan tangan (BPS 2015). Sektor industri pengolahan sendiri terbagi atas 15 lapangan usaha dan diantara berbagai lapangan usaha kontribusi terbesar diberikan oleh cabang industri makanan dan minuman dengan persentase sebesar 29,76 % pada tahun 2014. Meski menghadapi berbagai hambatan, seperti regulasi, birokrasi, infrastruktur, korupsi, dan kenaikan harga bahan baku industri makanan dan dapat tumbuh mencapai 9,64% pada tahun 2014 (Kemenperind, 2014). Pemberdayaan pemuda dalam bidang ini menjadi langkah yang sangat strategis untuk dilakukan. Mengacu pada Konsep bahwa pemberdayaan pemuda desa  tidak menjadikan mereka sebagai objek tetapi sebagai subjek dengan berlandaskan kepada konsep perberdayaan yang sudah disepakati oleh semua pihak (Ahmad Alam dan Titik Sumarti 2009).
Bentuk Aktivitas Pemberdayaan Pemuda Desa dalam Bidang Industri Makanan dan Minuman
1.    Pendampingan UMKM Desa
  Pendampingan UMKM dapat menjadi langkah strategis yang penting untuk dilakukan, karena UMKM dapat menyerap tenaga kerja yang lebih banyak. Melihat sumbangannya pada perekonomian yang semakin penting. UMKM seharusnya mendapat perhatian yang semakin besar dari para masyarakat miskin, diharapkan dengan meningkatnya potensi bisnis yang ada dapat memberikan dampak langsung terhadap pengurangan kemiskinan (Jarmal dan Murdianto 2009). Salah satu UMKM yang dapat diberdayakan adalah UMKM bidang makanan ringan seperti usaha keripik singkong pak Jayadi. Awalnya usaha ini hanya dibantu oleh anak-anak, menantu beserta cucunya yang jumlahnya sangat banyak dan berpendidikan rendah. Namun, karena permintaan trus bertambah, ia kemudiaan mengajak para tetangga disekitarnya, sehingga terdapat 20 keluarga yang terlibat dalam usaha keripik singkongnya. Aktivitas produksi UKM keripik ini ditunjukan pada Gambar 1.
Gambar 1. Aktivitas Produksi Keripik Singkong Pak Jayadi
Jika di bandingkan dengan keripik-keripik hasil packaging anak muda kreatif dengan isi keripik kurang dari 250 gram yang harganya diatas Rp. 20.000, tentu sangat jauh berbeda. Keripik pak Jayadi dengan berat 250 gram hanya diberi harga Rp 5000. Menurut Sa’diyah (2015) bentuk peran pemuda tersebut berupa peran produksi, peran promosi dan pemasaran. Oleh karena itu Himpunan Mahasiswa Teknologi Industri Pertanian (HIMATIP) Universitas Djuanda mengajak anak-anak muda untuk mendampingi pak Jayadi agar dapat menjual keripik dalam berbagai segmen pasar. Salah satunya dengan membuat packaging yang menarik dan memberikan merek. Selain itu, pendampingan dalam bentuk edukasi mengenai standar kebersihan, standar keamanan pangan, ijin usaha, label Halal menjadi fokus kegiatan pemberdayaan, sehingga akan memudahkan produk. Selain sebagai upaya pendampingan, kegiatan yang dilakukan oleh HIMATIP berupaya mengimplementasikan konsep yang disampaikan oleh Sulistiyani (2007) yaitu dengan melakukan langkah inisiatif untuk mengubah kondisi sosial dengan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk merencanakan dan melaksanakan program pembangunan atas inisiatif lokal.
Potensi Industri Kreatif
Sektor unggulan indonesia yang meliputi industri pengolahan serta perdagangan, hotel dan restoran memiliki keterkaitan yang snagat erat dengan perkembangan industri kreatif. Ekonomi kreatif sebenarnya merupakan wujud dari upaya pembangunan berkelanjutan yang merupakan salah satu indikator pembangunan yang berdaya saing. industri kreatif dibangun dengan modal utama berupa tenaga kerja yang kreatif dan tahan banting, penggabungan antara  kreatifitas, keahlian, dan bakat individu (Koestantia, 2014).
Ekonomi kreatif Indonesia saat ini digerakkan oleh 15 kelompok industri kreatif yang telah menyumbang sebesar 7% terhadap perekonomian nasional. Selama 4 tahun terakhir, ekonomi kreatif rata-rata tumbuh sebesar 5% per tahun. Hal ini menjadikan ekonomi kreatif sebagai unsur keunggulan daya saing Indonesia. Ekonomi kreatif dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan karena ide dan kreativitas adalah sumber daya yang senantiasa dapat diperbaharui.  Kemenparekraf (2015) mengelompokan industri kreatif kedalam 15 kelompok yang meliputi kesenian, berbagai kerajinan serta multimedia dan teknologi informasi. Diantara kelompok industri tersebut kelompok yang paling berkontribusi terhadap perekonomian adalah industri kuliner diikuti dengan mode dan kerajinan seperti yang ditunjukan pada Gambar 1. Salah satu titik fokus pengembangan ekonomi kreatif yang dapat dilakukan adalah melalui lapangan usaha kreatif dan budaya (creative and cultural industry) (Depdag RI, 2008).

Gambar 2. Pertumbuhan, Nilai Tambah Bruto,
dan Kontribusi Subsektor Ekonomi Kreatif (2013)

Menurut Rufaidah dan Sutisna (2011) industri kreatif menjadi salah satu fokus program bidang perindustrian Pemerintah. Perkembangan kinerja industri kreatif dalam menghasilkan produk ini tidak terlepas dari  SDM yang terlibat pada industri ini SDM yang bergerak pada industri ini dituntut memiliki kompetensi yang perlu dikembangkan setiap saat sesuai perkembangan selera pasar. Kemampuan perusahaan untuk memperbaharui kompetensinya sehingga perusahaan mampu mencapai keunggulan bersaing sepanjang waktu dan bertahan dalam perubahan lingkungan bisnis merupakan konsep kapabilitas dinamis. Pengembangan dengan melibatkan unsur budaya sangat berpengaruh terhadap subsektor kuliner, mode dan kerajinan karena potensi budaya lokal Indonesia yang sangat kaya, sehingga ketiga sektor tersebut mampu berkontribusi pada pertumbuhan PDB. Penguatan aspek budaya dalam industri kreatif indonesia didukung pula dengan pengukuhan batik sebagai warisan budaya dunia dari UNESCO pada tanggal 2 Oktober 2009. Sementara keunggulan subsektor kerajinan, juga didukung dengan diperolehnya penghargaan dari UNESCO berupa Award of Excellence for Handicrafts untuk delapan belas hasil kerajinan Indonesia pada tahun 2012 (Kemenparekraf, 2015).

Bentuk Aktivitas Pemberdayaan Pemuda Desa dalam Bidang Industri Kreatif
1.    Pendampingan Ibu-ibu Desa dalam Pembuatan Kerajinan Tangan
Pendampingan ini dilakukan kepada kelompok ibu-ibu kampung yang sebagian besar tak memiliki sumber penghasilan. Beberapa diantara ibu-ibu tersebut bekerja sebagai buruh cuci/buruh kebun dengan upah yang sangat rendah. Sebagian besar berpendidikan rendah bahkan umumnya buta aksara. Untuk membantu perekonomian keluarganya, Himpunan Mahasiswa Teknologi Industri Pertanian (HIMATIP) Universitas Djuanda memfasilitasi pendampingan dalam memberikan keterampilan membuat bros dari kain perca, bahan akrilik maupun bahan lainnya dengan harga yang murah tetapi dapat dikreasikan menkadi produk yang memiliki harga jual yang tinggi (Gambar 2).
 
Gambar 3. Aktivitas pembuatan bros saat diliput oleh kru Inews TV
Proses pemberdayaan dilakukan secara berkelompok, karena menurut Mutmainah dan Sumardjo (2014) Pemberdayaan petani lebih efektif dilakukan melalui kelompok. melibatkan partisipasi dan kepemimpinan dari kelompok yang diberdayakan.

2.    Pemberdayaan pemuda pengrajin jok motor
Kelompok pemberdayaan perlu dibentuk atas dasar kesamaan kepentingan; kesamaan kondisi lingkungan sosial, ekonomi, dan sumberdaya; kesamaan komoditas; dan keakraban untuk meningkatkan dan mengembangkan usaha (Mutmainah dan Sumardjo 2014). Salah satu contoh pemberdayaan dalam mendukung industri kreatif dilakukan pada kelompok pemuda yang berada di desa Soreang kabupaten Bandung. Awalnya mereka adalah para pemuda pengangguran dan berpendidikan rendah. Umumnya sebagian besar dari mereka memiliki ketertarikan pada usaha jahit menjahit karena sebagian dari mereka pernah bekerja disebuah perusahaan konveksi. Pemberdayaan dilakukan sesuai dengan kelompok minatnya, diantaranya yaitu kerajinan jok motor dan sablon (Gambar 3) yang merupakan salah satu jenis industri kreatif. HIMATIP Universitas Djuanda berencana mendatangkan seorang trainer untuk melatih pembuatan jok Sepeda motor. Selain memproduksi jok motor, kelompok anak-anak muda tersebut juga dibentuk dan diarahkan untuk mengajar kelompok ibu-ibu menjahit dengan gratis, sehingga pemberdayaan dapat lebih meluas.
Gambar 4. Aktivitas pembuatan jok Motor dan Sablon
Peningkatan Daya Saing Pemuda
Peningkatan kualitas SDM dapat dicapai dengan meningkatkan pendidikan dan keterampilan penduduk, meningkatkan derajat kesehatan penduduk, meningkatkan kualitas pendidikan serta kompetensi teknologi dan keterampilan (Kemenkeu). Sementara kemampuan dalam melakukan komunikasi dan mengakses informasi dapat dicapai dengan penguasaan peralatan komunikasi dan informasi untuk mempermudah arus informasi. Beberapa contoh pemberdayaan pemuda yang mengarah pada peningkatan kualitas SDM dan penguasaan sarana berbasis teknologi informasi diantaranya adalah :
1.    Pemberdayaan pemuda sebagai relawan pengajar
Salah satu program pemberdayaan pemuda desa adalah mencetaknya menjadi relawan pengajar. Relawan pengajar ini adalah para pemuda di kampung tertentu yang akan kami latih dan dampingi mengajar anak-anak disekitar tempat tinggal mereka. Himpunan Mahasiswa Teknologi Industri Pertanian (HIMATIP) Universitas Djuanda memberikan berbagai pelatihan mengajar dengan konsep Fun Learning by Doing, untuk mempersiapkan para pemuda desa menjadi relawan lokal. Relawan SMP kami berdayakan untuk mendampingi dan mengajar anak-anak Pre-School dalam mengenal angka, huruf dan membacakan cerita. Relawan SMA diarahkan untuk mengajar anak-anak usia sekolah dasar, sementara relawan mahasiswa mendampingi anak-anak usia SMP. Dengan konsep “tutor sebaya”, kegiatan belajar mengajar dapat terlaksana dengan baik dan telah di terapkan di kampung-kampung lainnya. Saat ini sudah ada lebih dari 800 anak yang tergabung dalam program gerakan anak petani cerdas, yang tersebar di 7 kampung. Kegiatan ini mampu melatih komunikasi, attitude, dan sikap, manajemen kelompok, serta daya berpikir kritis sehingga menciptakan SDM dengan leadership yang tinggi.
Gambar 5. Aktivitas Relawan Pengajar
2.    Pembekalan Keterampilan Komputer
Salah satu kegiatan yang memiliki antusiasme paling tinggi selama memberdayakan anak-anak muda adalah kegiatan pendampingan keterampilan menggunakan perangkat berbasis teknologi informasi. Anak-anak usia SD diajarkan pengetahuan dasar dalam menggunakan aplikasi  microsoft word untuk berbagai kepentingan. Sementara anak-anak muda usia SMP diberikan pendampingan seminggu 2 kali. Mereka diajarkan Ms. Office untuk berbagai kepentingan
Gambar 6. Kegiatan Pembekalan Komputer/Laptop
Pihak yang dipertimbangkan dapat membantu mengimplementasikan kegiatan ini yaitu pemerintah desa baik bantuan berupa finansial maupun penyedian lahan dengan adanya bantuan ini diharapkan adanya timbal balik antara UKM ataupun industri kreatif dengan pemerintahan desa karna dengan adanya UKM ataupun industri kreatif tentu saja akan memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat di wilayah pemerintahan desa tersebut. Dan dengan adanya bantuan dari pemerintah desa tentu saja akan sangat berkontribusi bagi para UKM. Langkah startegis yang harus dilkukan sehingga tujan  diharapkan dapat terapai yaitu dengan membuat website khusus pemerintah desa, publikasi di sosial media, dan pameran antar desa dengan adanya langkah ini diharapkan mempermudah masyarakat agar kegiatan dapat berjalan sesuai yang diharapkan.
KESIMPULAN
Partisipasi seluruh warga masyarakat menjadi faktor kritis yang dapat mendorong eksistensi sebuah aktivitas pemberdayaan. Sinergi dan empati antara kelompok masyarakat daalam berbagai strata sosial menjadi salah satu modal sosial yang diperlukan untuk semakin mengurangi kesenjangan ekonomi. Berdasarkan hasil analisis terhadap sektor unggulan diperoleh hasil bahwa daya saing indonesia dapat diarahkan pada pengembangan industri makanan dan minuman. Usaha berbasis UMKM juga dapat berpartisipasi dengan basis pada komoditas hasil pertanian disekitar tempat tinggal. Oleh karenannya model pemberdayaan pemuda dapat diarahkan pada pembekalan keterampilan dalam mengolah hasil budidaya pertanian.
Kekuatan budaya indonesia menjadi hal yang sangat penting bagi keunggulan industri kreatif indonesia. Pemberdayaan pemuda juga dapat dilakukan melalui penyediaan wadah pengembangan kreativitas, karena ide kreatif merupakan sumber daya yang tidak terbatas dan dapat diperbaharui. Kemampuan daya saing indonesia semakin diperkuat dengan struktur demografi indonesia yang didominasi anak-anak muda yang kaya akan kreatifitas.
Disamping itu, kemampuan mengakses informasi dan komunikasi juga merupakan hal strategis yang dapat diimplementasikan melalui pendampingan anak-anak muda dalam menggunakan peralatan berbasis teknologi informasi. Penguatan kompetensi berbasis teknologi akan mendorong kemampuan bersaing anak-anak muda indonesia dengan negara lain. Menurut prediksi kami, dengan berpedoman pada gagasan ini, pada tahun 2030 saat anak muda menjadi generasi produktif, akan tercipta anak-anak muda yang berjiwa entrepreneur, kreatif serta memiliki jiwa leadership yang tinggi.



DAFTAR PUSTAKA
Alam A, Sumarti T. 2009. Analisis Program Pemberdayaan Ekonomi Rumah Tangga Miskin. Jurnal Penyuluhan 5 (2) :xx-xx.
Bank Indonesia. 2015.  Kajian Ekonomi dan keuangan Regional Laporan Nusantara Agustus 2015. Jakarta : Bank Indonesia.
Badan Pusat Statistik. 2015. Statistik Indonesia 2014. Jakarta : BPS
Jarmal AB,Murdianto,2009.Program Pemberdayaan Small And Medium Enterprise (SMEP) Oleh Swisscontact. Jurnal Penyuluhan 5 (2) :xx-xx
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI. 2014. Ekonomi Kreatif : Kekuatan Baru Indonesia Menuju 2025. Jakarta: Kemenparekraf RI
Kementerian Keuangan RI. Kajian Atas Kebijakan Penguatan Daya Saing Daerah dalam Rangka Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat. Jakarta: Kemenkeu RI
Koestantia, T.2014.  Pola Sebaran Industri Kreatif dan Sistem Keruangan Destinasi Pariwisata Kasus Sentra Industri Kreatif dan Kawasan Wisata di Kota Bandung [Disertasi].Yogyakarta : Teknik Arsitektur, UGM.
Mutmainah r, sumadjo. Peran Kepemimpinan Kelompok Tani dan Efektivitas Pemberdayaan Petani. Jurnal Sosiologi Pedesaan 2 (3): 182-199.
Rufaidah P,Sutisna. 2015. Kapabilitas Dinamis UMKM Industri Kreatif Jawa Barat. Sosiohumaniora 17 (1): xx-xx.
Sa’diyah l,2015. kontribusi Joglo Tani di Mandungan Margoluwih Seyegan Sleman Yogyakarta dalam Peningkatan Peran Pemuda pada Pembangunan Sektor Pertanian Guna Mewujudkan Ketahanan Pangan. Jurnal Ketahanan Nasional 21 (3):156-163
Sulistiyani A T. 2007. Konseptualisasi Model Pemberdayaan LSM Sebagai Fasilitator Pembangunan. Jurnal Kebijakan dan Admininstrasi 11 (2):139-157













LAMPIRAN

BIODATA KETUA, ANGGOTA
A.    Identitas Diri (Pengusul)
1.      Biodata Ketua Pelaksana
1
Nama Lengkap
Rizki Bastian Firdaus
2
Jenis Kelamin
L
3
Program Studi
Teknologi Industri Pertanian
4
NIM
B.1510612
5
Tempat dan Tanggal Lahir
Sukabumi, 08 September 1997
6
E-mail
7
Nomor Telepon/HP
08994554852
2.      Biodata Anggota 1
1
Nama Lengkap
Muhammad Salman
2
Jenis Kelamin
L
3
Program Studi
Teknologi Industri Pertanian
4
NIM
B.1510987
5
Tempat dan Tanggal Lahir
Bogor, 23 Desember 1997
6
E-mail
7
Nomor Telepon/HP
085810682427
3.      Biodata Anggota 2
1
Nama Lengkap
Muhammad Rizky Sugema
2
Jenis Kelamin
L
3
Program Studi
Teknologi Industri Pertanian
4
NIM
B.1510434
5
Tempat dan Tanggal Lahir
Bogor, 06 Juli 1997
6
E-mail
7
Nomor Telepon/HP
08976974355
4.      Biodata Anggota 3
1
Nama Lengkap
Indra Agustiana Saputra
2
Jenis Kelamin
L
3
Program Studi
Teknologi Industri Pertanian
4
NIM
B.1510232
5
Tempat dan Tanggal Lahir
Sukabumi, 17 Agustus 1997
6
E-mail
7
Nomor Telepon/HP
089696793763


5.      Biodata Anggota 5
1
Nama Lengkap
Muhammad Arifin
2
Jenis Kelamin
L
3
Program Studi
Teknologi Industri Pertanian
4
NIM
B.1510738
5
Tempat dan Tanggal Lahir
Mompang Julu, 24 Maret 1996
6
E-mail
7
Nomor Telepon/HP
089509026594

B.     Riwayat Pendidikan (Pengusul)
1.      Riwayat Pendidikan Ketua Pelaksana

SD
SMP
SMA
Nama Institusi
MI KOMPA
SMPN 1 CICURUG
SMAN1 PARUNGKUDA
Jurusan
-
-
IPA
Tahun Masuk-Lulus
2003-2009
2009-2012
2012-2015
2.      Riwayat Pendidikan Anggota 1

SD
SMP
SMA
Nama Institusi
SDN 1 Ciawi
SMPN 1 Ciawi
MAN 2 Bogor
Jurusan
-
-
IPA
Tahun Masuk-Lulus
2003-2009
2009-2012
2012-2015
3.      Riwayat Pendidikan Anggota 2

SD
SMP
SMA
Nama Institusi
SDN Kedung Waringin
SMPN 16 Bogor
SMA PGRI 3 Bogor
Jurusan
-
-
IPA
Tahun Masuk-Lulus
2003-2009
2009-2012
2012-2015
4.      Riwayat Pendidikan Anggota 3

SD
SMP
SMA
Nama Institusi
SDN cicewol
SMPN 1 Cicurug
SMKN 1 Cibadak
Jurusan
-
-
TPHP
Tahun Masuk-Lulus
2003-2009
2009-2012
2012-2015
5.      Riwayat Pendidikan Anggota 4

SD
SMP
SMA
Nama Institusi
SDN 142602
SMPN 3 Panyabungan
SMAN 1 Panyabungan utara
Jurusan
-
-
IPA
Tahun Masuk-Lulus
2003-2009
2009-2012
2012-2015

BIODATA DOSEN PEMBIMBING
A.     Identitas Diri
1
Nama Lengkap (dengan gelar)
Aditia Ginantaka, STP, Msi
2
Jenis Kelamin
L
3
Bidang Keahlian
­_
4
NIDN
0427088704
5
Tempat dan Tanggal lahir
Tabanan, 27 Agustus 1987
6
E-mail
7
Nomor Telepon/HP
0251-7571147/085711952679
B.     Riwayat Pendidikan

S-1
S-2
S-3
Nama Institusi
Institut Pertanian Bogor
Institut Pertanin Bogor
_
Bidang Ilmu
Teknologi Industri Pertanian
Teknologi Industri Pertanian
_
Tahun Masuk-Lulus
2005-2010
2013-2015
_
Judul Skripsi/Tesis/
Disertasi
Studi Daya Rekat Depolimerisasi Lateks Pekat pada Substrat Kulit Hewan
Analysis and Design of Frozen Vanname Shrimp Product Based on Digital Business Ecosystem

_
Nama Pembimbing/
Promotor
  Dr. Ika Amalia Kartika, MT
Adi Cifriadi, MSi
Dr. Eng. Taufik Djatna, STP, MSi
Dr. Irvan Faizal, M.Eng

_
C.     Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau institusi lainnya)
D.  No.
Jenis Penghargaan
Institusi Pemberi Penghargaan
Tahun
1
Best Session Presenter pada International Conference on Advance Computer Science and Information Technology 2014
Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia
2014
2
Partisipan Indonesia Sociopreneur Challenge (ISoC 2015) dalam Aplikasi Software BersihBersih untuk kategori Ide
Universitas Surya
2015
 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar